Mind & Body

Ada Benjolan di Payudara? Jerawat atau Kanker ya?

Girl, suka bingung gak sih kalau tiba-tiba di payudara kita ada benjolan?

Ternyata benjolan tersebut punya berbagai macam penyebab lho, bisa terjadi karena infeksi, trauma, fibroadenoma, kista, nekrosis lemak, fibrokistik, dan lain sebagainya. Walaupun sering terjadi pada wanita, ternyata benjolan pada payudara juga bisa terjadi ke laki-laki. Namun benjolan pada payudara ini bukan terjadi di bagian payudara aja, tapi benjolan ini juga bisa muncul di area puting payudara.

 

Benjolan Pada Puting Payudara?

Benjolan yang berada di puting payudara kebanyakan bersifat gak mengganggu sih, Girls. Namun, tetap harus diperhatikan yaa karena ada beberapa kondisi serius yang menjadi penyebab benjolan ini. Penyebab benjolan pada puting payudara ini antara lain:

  1. Jerawat: Biasanya terdapat titik putih pada benjolannya 

  2. Kanker: Mengeluarkan nanah atau darah

  3. Dermatitis: Timbul karena iritasi akibat gatal yang disebabkan oleh deterjen atau lotion

  4. Ingrown Hair: Biasanya berwarna kehitaman dan nyeri saat dipegang

  5. Tuberkel Montgomery: Terlihat seperti benjolan, namun hal yang normal

  6. Penyakit Paget: Kanker yang terdapat pada puting dengan gejala merah, bersisik, gatal dan iritasi

  7. Infeksi: Terjadi karena jamur atau bakteri yang menyebabkan nanah atau lesi keputihan. Bisa disertai dengan nyeri pada puting payudara.

Merawat benjolan puting payudara sama halnya seperti benjolan pada payudara, dimana tetap diperlukan diagnosis dan pemeriksaan lebih lanjut seperti USG dan mamografi atau MRI.

 

Bagaimana Cara Mengetahui Benjolan Pada Payudara?

Jaringan payudara secara alami berlobus difus, jadi palpasi yang gak teratur belum tentu abnormal ya, Girls. Secara optimal, wanita harus diperiksa 1 minggu setelah menstruasi terakhir ketika pembengkakan payudara dan tekstur nodular jaringan payudara biasanya menurun. 

Kunci utama dalam mengevaluasi benjolan antara lain:

  1. Lamanya benjolan tersebut muncul

  2.  Adanya nyeri

  3. Perubahan ukuran atau tekstur dari waktu ke waktu

  4. Hubungan dengan siklus menstruasi

  5. Keluarnya cairan dari puting

Sedangkan untuk mengidentifikasi risiko kanker payudara, kamu bisa memeriksa riwayat keluarga yang mengidap kanker (terutama kanker payudara), usia dimana keluarga terkena kanker payudara, paritas, usia pertama kali melahirkan, usia saat menarche, menopause, dan penggunaan terapi penggantian hormon.

 

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Memeriksa Payudara?

Pemeriksaan payudara bisa dilakukan sejak berusia 20 tahun, Girls. Saat berusia 20 tahun, kamu bisa memeriksanya secara rutin setiap 3 tahun sekali. Namun setelah berumur 40 tahun, pemeriksaan tersebut dilanjutkan menjadi 1 tahun sekali ya. Berikut ini beberapa pemeriksaan radiologi yang bisa mengevaluasi benjolan payudara:

  1. Mamografi: Dapat bersifat screening dan diagnostik

  2. Ultrasonografi: Melengkapi pemeriksaan mamografi diagnostik dalam mengevaluasi benjolan payudara yang teraba. Hasilnya menggambarkan bentuk, batas, dan sifat akustik dari benjolan. Kegunaan utama ultrasonografi adalah untuk membedakan lesi kistik dari massa padat. 

  3. Magnetic Resonance Imaging (MRI): Lebih banyak digunakan untuk mengevaluasi benjolan payudara karena sangat sensitif terhadap kelainan kecil pada jaringan payudara. MRI dilakukan jika hasil evaluasi mamografi dan ultrasonografi gak meyakinkan. Benjolan payudara yang tidak memenuhi kriteria ultrasonografi dari kista sederhana dan memiliki ciri padat, mencurigakan, atau gak pasti memerlukan biopsi untuk pemeriksaannya. Standar baku emas diagnostik adalah biopsi eksisi dari massa padat yang persisten. 

 

Nah, Girls, itu tadi penjelasan mengenai benjolan pada payudara ataupun pada puting payudara. Jika kamu merasa ada keluhan tersebut, sebaiknya langsung periksakan ke dokter ya. Dan jangan lupa untuk rutin memeriksakan payudaramu setiap 3 tahun sekali untuk menjaga kesehatan payudara. Semoga bermanfaat!