Ask Our Expert

TANYA DOKTER
dr. Bram Pradipta. SpOG
22 Oct 2018

Ratus atau penguapan pada vagina merupakan salah satu perawatan kewanitaan yang sudah ada sejak dulu dan umum ditawarkan di berbagai gerai salon maupun spa. Ratus merupakan perawatan dengan melakukan penguapan pada daerah kewanitaan menggunakan herbal atau rempah-rempah hingga bunga.

Ratus diyakini dapat mengharumkan area vagina bahkan sampai seluruh organ reproduksi lainnya. Namun pada kenyataannya, perawatan ini justru membawa efek buruk bagi vagina.

Menurut Journal of Obstetrics and Gynaecology, kebiasaan ratus dapat mengurangi kolonisasi dari bakteri Lactobacillus  yang bermanfaat untuk vagina. Lactobacillus, merupakan salah satu barrier pertahanan sistem imun vagina. Jadi saat terjadi perubahan mikrobiota di vagina dapat mengurangi kesehatan organ reproduksi, mengganggu sistem imun, dan dapat meningkatkan infeksi bakteri berbahaya. Hilangnya bakteri bermanfaat Lactobacilus dapat merubah pH vagina, sehingga vagina lebih mudah terjangkit infeksi seperti bacterial vaginosis, bahkan sampai dengan infeksi menular seksual lainnya.

dr. Bram Pradipta. SpOG
22 Oct 2018

Nyeri haid atau dismenorhea, merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia reproduksi. Nyeri haid ini dapat terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim. Terkadang keluhan kram dapat disertai dengan mual, muntah atau hingga nyeri hebat. Keluhan kram di bagian perut ini bisa saja normal, namun juga bisa saja menjadi tanda atau gejala adanya penyakit pada organ reproduksi. Secara umum, dismenorhea terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Terapi  untuk keluhan ini tergantung penyebabnya. Dismenorhea primer adalah nyeri saat menstruasi yang tidak berhubungan dengan kelainan pada panggul. Sedangkan Dismenorhea sekunder merupakan nyeri saat menstruasi akibat kelainan panggul, misal seperti endometriosis atau radang panggul kronis. Sehingga nyeri saat menstruasi bisa saja normal atau bisa juga menjadi sebuah tanda bahaya.

Nyeri saat menstruasi yang normal biasanya :

  1. Mulai terjadi sejak awal pertama kali mendapat mens,
  2. Durasi nyeri hanya 48-72 jam dari hari pertama mens, nyeri seperti kram, nyeri menetap di perut bawah, dan bisa menyebar ke punggung atau paha, dan
  3. Dari pemeriksaan panggul tidak ada masalah.

Faktor risiko terjadinya dismenorhea primer adalah mendapat mens saat usia masih sangat muda (<12 tahun), nulipara (belum pernah melahirkan), siklus mestruasi yang memanjang, merokok, obesitas dan riwayat di keluarga mengalai hal serupa. Untuk dismenorhea primer, kebanyakan dapat diatasi dengan antinyeri. NSAID yang dapat digunakan antara lain diklofenak, ibuprofen atau asam mefenamat. Selain obat tersebut, pil kb yang kombinasi juga dapat digunakan untuk mengobati dismenorhea primer. Beberapa penelitian menunjukkan modifikasi gaya hidup, menghindari rokok, dan olahraga dapat mengurangi dismenorhea. Dismenorhea primer juga biasanya dapat saja menghilang ketika sudah pernah melahirkan.

Sedangkan nyeri haid yang menandakan bahaya biasanya :

  1. Baru muncul saat usia 20 atau 30 tahun, dengan sebelumnya tidak pernah merasakan nyeri saat menstruasi
  2. Menstruasi jadi lebih banyak atau ada perdarahan yang irregular, dari pemeriksaan ditemukan adanya kelainan pada panggul
  3. Tidak berespon terhadap obat antinyeri seperti NSAID ataupun terhadap pil kontrasepsi
  4. Riwayat Infertil
  5. Nyeri kerika berhubungan dan
  6. Diikuti dengan keputihan yang tidak normal.

Faktor risiko terjadinya dismenorhea sekunder adalah mioma, radang panggul, abses tuba-ovarium, endometriosis. Obat antinyeri biasanya hanya bermanfaat untuk sedikit mengurangi nyeri. Prognosis atau prediksi kedepannya untuk pasien dengan dismenorhea sekunder ini tergantung oleh tipe kelainan yang dialaminya. 

dr. Bram Pradipta. SpOG
22 Oct 2018

Keputihan ada yang normal dan ada yang tidak normal. Keputihan yang tidak normal biasanya keputihan yang diikuti dengan berbau atau berwarna atau jumlahnya sangat banyak dan disertai gejala lainnya. Keputihan yang tidak normal paling sering disebabkan oleh infeksi. Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan infeksi bakteri, jamur ataupun parasit. Keputihan yang disebabkan oleh jamur, biasanya keputihan yang berwarna putih kekuningan seperti keju diikuti dengan keluhan gatal, terasa panas atau nyeri ketika buang air kecil ataupun berhubungan. Keputihan yang disebabkan oleh parasit biasanya keputihan yang berwarna kuning kehijauan.

Keputihan tersebut jika tidak ditangani dapat menyebabkan infeksi naik ke rahim dan saluran tuba, menyebabkan terjadinya peradangan pada panggul, dan ini yang bisa mempengaruhi kesuburan. Keputihan yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Gardenella vaginalis, biasanya berwarna putih keabuan, berbau amis. Keputihan yang disebabkan bekteri bernama Neisseria gonorroeae, keputihan yang kental dan berbau dan biasanya diikuti gejala lain seperti nyeri ketika berhubungan, berkemih, nyeri perut bawah, demam, mual dan muntah. Ini dapat menimbulkan komplikasi peradangan pada panggul.

Keputihan yang tidak normal harus diobati, jika tidak, dan berlangsung terus menerus atau berulang kali, dapat menyebabkan infeksi sampai ke organ panggul, terjadilah peradangan sampai organ dalam. Radang panggul adalah terjadinya infeksi dan peradangan pada organ reproduksi wanita yang meliputi rahim, saluran tuba, dan struktur lainnya yang berada di panggul. Peradangan pada organ panggul ini dapat menyebabkan adanya perubahan struktur pada saluran tuba dan hal inilah yang dapat mempengaruhi kesuburan. Peradangan pada saluran tuba menyebabkan gangguan pergerakan tuba untuk menangkap sel telur pada saat masa subur, dan peradangan pada rahim juga menyebabkan sulitny embrio untuk menempel pada rahim untuk tumbuh dengan baik. Jadi jangan anggap remeh keputihanmu yah!

dr. Bram Pradipta. SpOG
22 Oct 2018

Sebelum melihat pengaruhnya pada kesuburan, kita harus paham dulu apa yang disebut dengan haid tidak teratur. Haid disebut tidak teratur apabila, jarak antar menstruasi kurang dari 21 hari (siklus terlalu pendek) atau lebih dari 35 hari (siklus terlalu lama). Haid 2x sebulan dapat termasuk tidak normal karena terlalu dekat. Selain lama siklus, jumlah ganti pembalut dan adanya nyeri yang berlebihan pada saat menstruasi perlu pula menjadi perhatian untuk diceritakan kepada dokter kandungan. 

Haid yang tidak teratur ini dapat disebabkan oleh 2 faktor secara umum, yang pertama faktor organik (penyakit pada struktur rahim, misalnya adanya mioma, yang dikenal sebagai tumor jinak otot rahim atau polip yang dikenal sebagai benjolan jinak pada dinding rahim). Faktor yang kedua adalah faktor non organik (bukan karena adanya kelainan struktur rahim, misalnya karena ketidakseimbangan hormon). Oleh sebab itu, pemeriksaan oleh dokter kandungan sangat perlu dilakukan pada perempuan yang mengalami keluhan ini. Sebelum diobati, dokter akan mencari penyebabnya terlebih dahulu dengan melakukan wawancara pada pasien, pemeriksaan dalam (bila diperlukan), dan ultrasonografi (USG). USG akan dilakukan melalui vagina (bagi yang sudah menikah), atau melalui anus (bagi yang belum menikah). Pemeriksaan USG ini sangat penting untuk menilai kondisi organ-organ kewanitaan, seperti rahim dan indung telur (ovarium).

Ingin tau lebih dalam seputar masalah kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatanmu dengan ahlinya secara GRATIS di sini