Ask Our Expert

TANYA DOKTER
f
Bagaimana kalau setiap menstruasi selalu nyeri haid?
22 Oct 2018
dr. Bram Pradipta. SpOG
22 Oct 2018

Nyeri haid atau dismenorhea, merupakan keluhan yang sering dialami wanita usia reproduksi. Nyeri haid ini dapat terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim yang diperlukan untuk meluruhkan lapisan rahim. Terkadang keluhan kram dapat disertai dengan mual, muntah atau hingga nyeri hebat. Keluhan kram di bagian perut ini bisa saja normal, namun juga bisa saja menjadi tanda atau gejala adanya penyakit pada organ reproduksi. Secara umum, dismenorhea terbagi menjadi dua, yaitu primer dan sekunder. Terapi  untuk keluhan ini tergantung penyebabnya. Dismenorhea primer adalah nyeri saat menstruasi yang tidak berhubungan dengan kelainan pada panggul. Sedangkan Dismenorhea sekunder merupakan nyeri saat menstruasi akibat kelainan panggul, misal seperti endometriosis atau radang panggul kronis. Sehingga nyeri saat menstruasi bisa saja normal atau bisa juga menjadi sebuah tanda bahaya.

Nyeri saat menstruasi yang normal biasanya :

  1. Mulai terjadi sejak awal pertama kali mendapat mens,
  2. Durasi nyeri hanya 48-72 jam dari hari pertama mens, nyeri seperti kram, nyeri menetap di perut bawah, dan bisa menyebar ke punggung atau paha, dan
  3. Dari pemeriksaan panggul tidak ada masalah.

Faktor risiko terjadinya dismenorhea primer adalah mendapat mens saat usia masih sangat muda (<12 tahun), nulipara (belum pernah melahirkan), siklus mestruasi yang memanjang, merokok, obesitas dan riwayat di keluarga mengalai hal serupa. Untuk dismenorhea primer, kebanyakan dapat diatasi dengan antinyeri. NSAID yang dapat digunakan antara lain diklofenak, ibuprofen atau asam mefenamat. Selain obat tersebut, pil kb yang kombinasi juga dapat digunakan untuk mengobati dismenorhea primer. Beberapa penelitian menunjukkan modifikasi gaya hidup, menghindari rokok, dan olahraga dapat mengurangi dismenorhea. Dismenorhea primer juga biasanya dapat saja menghilang ketika sudah pernah melahirkan.

Sedangkan nyeri haid yang menandakan bahaya biasanya :

  1. Baru muncul saat usia 20 atau 30 tahun, dengan sebelumnya tidak pernah merasakan nyeri saat menstruasi
  2. Menstruasi jadi lebih banyak atau ada perdarahan yang irregular, dari pemeriksaan ditemukan adanya kelainan pada panggul
  3. Tidak berespon terhadap obat antinyeri seperti NSAID ataupun terhadap pil kontrasepsi
  4. Riwayat Infertil
  5. Nyeri kerika berhubungan dan
  6. Diikuti dengan keputihan yang tidak normal.

Faktor risiko terjadinya dismenorhea sekunder adalah mioma, radang panggul, abses tuba-ovarium, endometriosis. Obat antinyeri biasanya hanya bermanfaat untuk sedikit mengurangi nyeri. Prognosis atau prediksi kedepannya untuk pasien dengan dismenorhea sekunder ini tergantung oleh tipe kelainan yang dialaminya. 


PERTANYAAN SEJENIS










Ingin tau lebih dalam seputar masalah kesehatan? Konsultasikan masalah kesehatanmu dengan ahlinya secara GRATIS di sini